Sejiwa Coffee

Wahh…ada cafe baru lagi yang tempatnya kece. Berlokasi di Jl. Progo no.16, cafe bernama Sejiwa Coffee ini bisa dijadikan pilihan untuk tempat nongkrong yang nyaman.

Cafe ini dinamakan Sejiwa Coffee karena (kata stafnya) ownernya ingin pembelinya bisa merasakan langsung proses pembuatan kopi yang mereka beli. Sebetulnya konsep seperti ini sudah ada di beberapa cafe lainnya, tapi mungkin ada perbedaannya. Berhubung saya gak ngerti dunia perkopian, jadi waktu stafnya nyebut nama-nama proses pembuatan kopi yang bisa dilihat, saya cuma manggut-manggut aja (padahal gak ngerti apa-apa :D)

Begitu masuk ke dalam Sejiwa Coffee ini, berasa waahhh… putih mencereng terang benderang. Salah satu favorit mimin bila pergi ke suatu cafe. Gak suka yang gelap-gelap/ remang-remang 😀

Left side
Middle side

Lokasi pembuatan minuman terletak di tengah-tengah, sedangkan kursi untuk tamu ada di sekelilingnya. Lantai bawah untuk non-smoking, sedangkan di atas untuk smoking. Ada beberapa spot bagus untuk foto-foto. Dan karena nuansanya putih dan terang, pas banget buat yang suka foto OOTD.

Makanan yang dijual di sini beragam, mulai dari snack ringan, sandwich, pasta, nasi, hingga steak dengan kisaran harga Rp25.000 – Rp69.000.

Sedangkan untuk minumannya, menu utama di sini adalah kopinya. Diikuti minuman lainnya seperti teh dan jus. Kisaran harganya Rp15.000 – Rp65.000.

Waktu ke sini saya memesan Truffle Fries. Saya pesen kentangnya karena unik aja.. tumben-tumbenan French fries biasa dikasih beef bacon bits. Pas dateng, saya menganga lagi. Dikasih jeruk nipis juga. Entah fungsi utamanya untuk apa. 

Truffle Fries

Pas kentangnya dicoba, enak dan cukup asin.. kering-kering gitu. Ditambah taburan keju dan bacon bits yang digoreng kering kayak kerupuk, bikin kentang ini makin enak rasanya. Biasanya kalau beli truffle fries itu ada wangi-wangi asapnya.. yang ini enggak. Mungkin wangi asap itu tergantung pake minyak apa kali ya… Saus tomatnya sendiri agak manis.. terus biar beda dan gak terlalu ason karena kejunya, saya peres aja deh jeruk nipisnya. Eh, ternyata enak lho.. asem-asem seger.. itu perasan kalau kena baconnya jadi enak banget. Harganya Rp30.000. Puas.

Nasi Goreng

Buat makanan beratnya, saya mencoba nasi gorengnya seharga Rp40.000. Nasi goreng ini isinya ada sosis ayam dan kulit ayam, disajikan dengan acar dan sambal matah. Nasi gorengnya ini buat saya wajib dimakan sekaligus dengan sambal matah ataupun acarnya, baru mantab enaknya. Untuk kulit ayamnya juga karena agak keras jadi harus dikemut dulu. Kalau sudah agak lembek dalam mulut, baru berasa enaknya. 🙂

Coconut Water

Untuk minumannya, karena saya gak minum kopi, jadinya saya beli Coconut Water dari kalapa.id. Coconut waternya asli seger, gak ada gulanya juga. Mantabbb… abis asin-asin makan kentang terus haus, udah gitu minum air kelapa, seger bener dahhh.. Cuma Rp25.000 saja.

Puas makan dan minum, sisanya tinggal nongkrong-nongkrong aja. Kalau gak gitu banyak orang, enak sepi-sepi adem gitu. Terus kalau diperhatiin yang beli kopi, kok kayaknya unyu-unyu gitu ya gelasnya. 

Overall, saya puas nongkrong di sini. Semoga seterusnya begini ya 🙂

Advertisements

Puas Makan Ribs di The HolyRibs

Jujur… saya belum pernah makan ribs (iga) yang benar-benar ribs segelondongan gede lengkap dengan tulang-tulangnya.
Saya cuma bisa tau dari cerita orang-orang kalau yang namanya ribs itu enakkkkk pake banggettt..

Sejauh ini yang saya coba baru ribs yang dijual dengan potongan amat kecil atau malah sudah dipotong kecil-kecil dagingnya.

Makanya, begitu tau The HolyRibs buka di Bandung, saya jadi penasaran, kayak apa sih ribs yang besar itu? Beneran enak gak sih?

Berbekal rasa penasaran itu, datanglah saya ke The HolyRibs yang terletak di Jl. Sultan Tirtayasa no.30. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Cultivar Coffee atau Rumah Buah.
image

Dari nama “panjangnya” The HolyRibs by Chef Afit, sudah bisa ditebak kalau yang punyanya Chef Afit. Buat yang belum tau Chef Afit itu siapa, dia adalah pencetus HolyCow Steakhouse by Chef Afit, yang kata orang-orang steaknya itu uennakk banget.

Eh, tapi ternyata, untuk The HolyRibs di Bandung ini yang punya Nirina Zubir dan Ernest Sjarif. Pas dateng ke sana, ketemu mereka.
Mungkin franchise yah… Karena memang The HolyRibs ini asalnya dari Jakarta.

image
Nirina Zubir and Ernest Sjarif

Anyway…lanjuttt…
Begitu masuk, suasana homey langsung terasa di tempat ini. Bukan karena memang bentuk tempatnya rumahan 🙂 tapi karena memang atmosfir ruangannya benar-benar homey. Dipakai makan sambil ngobrol berjam-jam gak kerasa.
Pelayanannya ramah juga, which is good.

image
Inside look

Pas liat menunya, sudah dapat diduga sebelumnya… Harganya tidak semurah yang dikira. Buat saya… 🙂
Untuk BBQ Ribs yang paling murah Rp125.000. Hingga ada yang Rp300.000an. Untuk steak harganya di atas Rp100.000 juga. Ini belum termasuk tax and service.

Tapi syukurlah ada juga makanan yang harganya oke kalau dompet lagi cekak. Untuk chicken dan mushroom soupnya bisa dibeli dengan harga Rp20.000. Kurang lebih sama untuk side dishnya. Sementara minumannya masih oke sekitar Rp15.000 – Rp35.000.

Sebagai makanan pembuka, saya mencoba Chicken Soup seharga Rp20.000.
Supnya enak baannnggeettt… Creamy, ada potongan wortel dan ayamnya. Porsinya cukup besar juga. Jadi udah puas banget makannya.

image
Chicken Soup

Abis itu baru nyoba makan ribsnya. Saya nyoba 1 kg Wagyu Back Ribs 4 Bones (for 2 people). Bengong liat pas ribsnya datang. Gede banggettt yaa… Dimakan berdua aja udah pas nih porsinya. Apalagi dapat tambahan mashed potato yang padat nan enak ditambah salad.

image
1 kg Wagyu Back Ribs 4 Bones

Begitu daging ribsnya masuk mulut, ulalaaaa…. ennnnaakkk.. Empuk banget. Metode ribs cooking di sini memang memakai metode slow cooking dimana untuk bikinnya sampai makan waktu sekitar 8 jam. Wajar jadinya empuk dan bumbunya meresap banget.
Worth it dengan harga Rp245.000.

Saya mencoba daging yang dituangin saus BBQ dan yang tidak. Kalau saya pribadi, lebih suka gak dipakein saus apa-apa karena bumbunya sendiri udah meresap dengan sangat baik ke dalam dagingnya. Kalau ditambah saus jadi ada unsur asem-asemnya.

image
Homey atmosphere

Overall, makan di sini puas banget. Kalau mau makan iganya, jangan datang pas jam 3-5 karena mesinnya lagi dioff-in dulu. Kencan, makan bareng temen, makan keluarga, ke sini aja…

180 Coffee – Sensasi Makan di Kolam Renang

Ada lagi cafe yang baru buka di daerah Dago dan menurut saya konsep tempatnya kece, yaitu duduk sambil makan di kolam renang! Beda dari biasanya kan? 🙂
Sebelum ngomongin yang satu ini lebih lanjut, saya mau ngebahas yang lainnya dulu.

image
One Eighty Coffee

Cafe yang bernama 180 Coffee (One Eighty Coffee) ini terletak di Jl. Ganeca (Ganesha) no.3. Buat yang bingung ada di mana, cari aja yang jalan ada kampus ITBnya. Untuk cafe ini sendiri lebih dekat ke Jl. Dago. Persis ada di seberang Warung Pasta.

Cafenya cukup besar dan ada 3 lantai. Yang saya suka di sini, di dalam cafenya gak boleh merokok sama sekali. Jadi kalau mau merokok, bisa di outdoor area. Jangan khawatir, tempatnya gak kalah kece dengan yang indoor.

image
Outdoor look

Lantai kedua juga cukup luas dan ada panggung buat live music.

image
Second floor

image
Stage for live music

Sedangkan karena masih kosong, saya urung niat untuk naik ke lantai tiga 🙂

Yang beda, kalau biasanya bikin minuman itu di tengah-tengah bentuknya kotak atau persegi panjang, kalau di sini melingkar. Lengkap dengan tempat pembuatan salad.

image
Where beverage and salad are made

Terus di tiap-tiap sisinya ada kursi buat duduk deh. Saya paling suka kursi yang menghadap ke kolam renang. Cahayanya paling terang tapi adem, bisa liat kolam yang bikin adem, dan bagus buat foto-foto 😀

image
First floor
image
Sitting on a pool

Atau kalau mau beda, seperti yang saya bilang dari awal, duduknya di kolam renang. Tapi saya perhatikan jarang ada yang benar-benar duduk makan di sana sih…
Mungkin gak mau kali ya asyik nongkrong sambil ngerendemin kaki berjam-jam. Atau.. banyak anak-anak yang maen di kolam renang dan namanya juga anak-anak.. suka nyiprat-nyipratin air.. Bayangkan kalau lagi enak-enak makan/minum terus dapat hadiah cipratan/banjuran air anak-anak. Kecuali kalau udah siap ya 🙂

Makanan yang dijual di sini rata-rata makanan Western walaupun ada juga menu nasinya. Yang saya suka, walaupun dekorasinya kece abis tapi ngeliat harga makanannya gak bikin dompet tipis seketika.

Rata-rata dengan uang di bawah Rp50.000 udah bisa nikmatin makanan nan lezat dengan porsi yang bikin kenyang. Misalnya salad Rp25.000an. Murah kan.. Atau English breakfast yang bikin ngiler ada beef bacon dan scrambled egg cuma Rp39.000an seingatku. Pasta-pasta masih Rp40.000-50.000. Steak juga masih oke harganya.

Mau nongkrong-nongkrong sambil minum doang juga oke.. Hanya dengan uang Rp25.000 saja udah bisa minum cantik/ganteng. Mulai dari kopi, teh, coklat, jus, dll.
Gimana gak asyik coba?

image
Carbonara

Untuk makanan saya mencoba Carbonara. Pasta dengan cream ditambah beef bacon kering yang lezattttt.. Pastanya boleh milih mau spaghetti, fettucine, sama satu lagi lupa apa.
Sepiring harganya Rp42.000. Bannyyyaakkk, eennnaakkk banggettt, dan mengenyangkan. Baru kali ini saya beli pasta di cafe ngerasa puas sama harga, rasa, dan porsinya. Semoga kayak gini terus ya 🙂

Untuk minumannya saya coba Hot Chocolate seharga Rp25.000. Soal rasanya mirip dengan hot chocolate pada umumnya, kecuali ditambah kayak coklat-coklat di pinggirnya itu, tapi gak gitu kerasa. Gak masalah.. yang penting ennnaakkk.

image
Hot Chocolate

Selain tempat dan makanannya yang enak, syukurlah servis di sini sejauh ini oke banget… Ramah-ramah, gak ada yang judgemental. Dalam artian.. mau yang dateng tampilannya biasa aja, lagi kucel, atau yang gaya banget, tetap dilayani dengan sama dan baik.
Pelayanannya juga cepat dan murah senyum. Semoga kayak gini terus juga ya 🙂

Overall, saya puas banget makan di 180 Coffee ini. Masih ada discount 20% sampai tgl. 22 Juli.

The Larder at 55

Cafe The Larder at 55 yang satu ini merupakan cafe baru yang interiornya menarik buat foto-foto.

Sayangnya beberapa kali ke sini saya gak foto-foto aja karena selalu penuh orang. Dan tiap kamera diarahkan, langsung diliatin deh…

Ada sih satu spot yang berhasil saya foto. Spot yang ada sofanya 😀 Enak nih buat duduk-duduk. Letaknya ada di lantai 2.

image
Inside look

Makanan yang dijual di sini mayoritas makanan Western. Harganya lumayan.. Kalau cemilan bisa sekitar Rp35.000 ke atas. Kalau mau makan makanan berat sekitar Rp69.000 ke atas.

Ada juga minuman-minumannya. Harganya untuk teh sekitar Rp29.000. Tapi untuk coklat, matcha, dll seharga Rp35.000an.

Tapi ada juga yang harganya Rp30.000 ke bawah. Kue-kuenya! Gak kalah enak kok.

Saya mencoba Raspberry Eclair. Juara rasanya. Asem-asem seger. Harganya Rp20.000 saja.

image
Raspberry Eclair

Sempat nyoba Hot Chocolatenya juga seharga Rp35.000. Enakkk…

image
Hot Chocolate

Kalau mau nongkrong sambil ngobrol-ngobrol lama dan foto-foto, cafe yang terletak di Jl. Gandapura ini bisa dijadikan pilihan. 🙂

Enaknya Makan Steak di Meatology

Saya ini termasuk orang yang jarang makan steak. Maklum, steak zaman sekarang harganya bikin dompet meringis. Kurang lebih Rp100.000an kan ya.. 😐

Untungnya ada tempat makan steak yang baru dibuka dan dari segi harga, walaupun gak murah-murah amat juga, tapi masih cukup ramah di dompet. 😀

Nama tempatnya Meatology. Letaknya ada di Jl. Lombok no.61 (sebelahnya KFC Riau).

image
Inside look - 1st floor

Tempatnya oke juga. Simple. Kalau di bawah lebih remang-remang gitu cahayanya kuning-kuning.

image
The bar

Kalau mau yang terang, bisa di lantai duanya. Enak dah. Tentram 😀
Ada smoking roomnya juga. Keren.

image
Inside look - 2nd floor

Nah, sesuai nama tempat makannya, menu-menu utama yang dijual di sini tentunya yang berhubungan dengan daging-dagingan. Saya sih gak hafal. XD Harganya standar cafe.. Rp75.000 ke atas untuk steak sapinya. Untuk yang ayam ada sekitar Rp50.000an ke atas.

Terus yang saya bilang cukup ramah di dompet ini terletak di menu Studentnya. Ada menu paket gitu. Beli makan dapat lemon tea.

Jadinya saya milih Tenderloin Steak aja seharga Rp55.000. Bedanya dengan steak yang bukan paket, kalau yang paket, dagingnya 100gr. Kalau yang bukan paket antara 150gr ke atas. Nyoba dulu yang paket gak apa-apa lah ya 🙂

Gak terlalu lama menunggu, steak pun datang. Untuk ukuran piring yang besar, steak 100gr ini memang membuat piringnya terkesan agak kosong. Mungkin platingnya harusnya semua ditaro di tengah kali ya? 🙂

image
Tenderloin Steak package with Lemon Tea

Eh, tapi jangan ketipu sama penampilannya. Buat saya, setelah makan, tetap mengenyangkan kok. Ketebalan dagingnya pas menurut saya. Dan saus mushroomnya juga enak. Kentangnya enak. Sayurnya yang ditumis dengan bawang juga enak. Intinya, semuanya enaakkkk bangggeett! Gak nyesel beli steak di sini 🙂

Servisnya juga ramah-ramah. Dan bebas rokok. Yay! Puas deh makan di sini.

Oh iya. Masih ada promo, setiap pembelian main course di hari Senin-Kamis, bisa dapet FREE pasta (*syarat dan ketentuan berlaku).

Mau ah ke sini lagi.

Makan Doeloe Foodcourt

Sekarang di Pajajaran ada foodcourt baru. Walaupun foodcourt tapi suasananya nyaman dan bersih. (Semoga begini terus ke depannya). Namanya Makan Doeloe.

makandoeloe1

Makan Doeloe Foodcourt ini terletak di Jl. Pajajaran no.136. Buat yang bingung di mana, kamu bisa ngambil patokan dari Yoyong Salon. Udah gitu nyebrang. Nah udah di sebrang, ambil sebelah kiri jalan dikit sebelum yang jalan masuk ke bandara itu, nah di situlah letak Makan Doeloe.

Ada 17 tenant tersedia di sini. Mulai dari yang simple-simple kayak dessert es krim Thailand Chatuchak atau jus-jusan dan baso tahu, batagor. Atau yang mulai agak berat kayak mie baso, martabak, sandwich. Sampai yang berat beneran kayak Bebek Seuhah, steak, sate ayam dan kambing, ikan, sushi, dll.

Karena bingung mau nyoba yang mana, akhirnya milih beberapa aja ya.

Baso Tahu King-King
Baso Tahu King-King

Yang pertama adalah Baso Tahu King-King. Satu baso tahu harganya Rp6.000. Teksturnya tidak selembut baso tahu di beberapa tempat lain, tapi kalau soal rasa boleh diadu. Tetap enak. Saya doyan sama ukurannya yang gede ditambah perasan jeruk nipis. Tahunya paling suka.

Martabak St. Fransisco
Martabak St. Fransisco

Yang kedua saya coba adalah Martabak St. Fransisco rasa cokelat ukuran Medium seharga Rp34.000. Tekstur dan rasanya agak berbeda dengan Martabak St. Fransisco di tempat lain, tapi tetap enak.

Chatuchak Ice Cream
Chatuchak Ice Cream

Yang ketiga saya coba adalah Chatuchak Ice Cream. Nah ini yang favorit saya banget 🙂 Saya mencoba Coconut Ice Cream In a Husk. Semoga saya gak salah nyebut namanya ya.. soalnya agak panjang. Dessert di mana es krim dan berbagai toppingnya ditaruh di batok kelapa ini merupakan dessert yang terkenal di Thailand dan bisa dijumpai di Chatuchak Market.

Kalau belum bisa ke Thailand buat nyoba dessert yang satu ini, gak perlu khawatir karena di Makan Doeloe ada tenantnya. Yang saya pesan ini harganya Rp25.000. Bisa milih 2 scoop ice cream (vanilla/kelapa/duren) dan 3 macam topping (marshmallow, cereals, Oreo mini, Nata De Coco). Ditambah daging kelapa yang sudah dikeruk.

Rasanya ennnnaakkkkkk… Es krim kelapanya itu lho.. enak banget.. Dicampur marshmallow kenyal-kenyal dan crunchy corn flakes, plus daging kelapanya, aduh nikmatnya. Apalagi kalau dimakan pas cuaca panas ya. Makin mantab.

Inside look
Inside look

Overall, saya suka makan di sini. Simple tapi pilihan makanan beragam. Terus kalau duduk paling luarnya dapet hembusan angin. Untung gak ketiduran ya. Hihihi 🙂

Yang mau coba juga, ke sini aja..

Santai Bareng di Seventh Dose

Ternyata di daerah Dago ada tempat makan baru lagi. Namanya Seventh Dose. Tapi letaknya di lantai 7 parking buildingnya Dukomsel, Jl. Diponegoro no.6. pantesan kagak ngeh kalau lewat sekilas di sekitar situ. Tersedia lift buat naik ke lantai 7-nya.

Tempatnya gede. Ada indoor dan outdoornya. Outdoornya tergolong nyaman. Ada sofanya dan bisa ngeliat view Kota Bandung. Sementara di indoornya juga gak kalah asyik. Ada beberapa Dart Machine buat yang dateng main lempar panah 🙂

Indoor
Indoor
Outdoor
Outdoor

Makanan yang disajikan rata-rata Western food, mulai dari salad, pasta, steak, dll dengan harga standar cafe.Rp50.000-an. Sedangkan minumnya bervariasi mulai dari teh, kopi, cokelat, mocktail, jus, dll. Harga minumannya rata-rata Rp20.000an. Cocok nih buat kantong 🙂

Waktu itu karena lagi gak pengen makan, jadi saya cuma ngeteh saja. Lemon Tea seharga Rp20.000. Senangnya lemonnya dikasih banyak 🙂

Lemon Tea
Lemon Tea

Yang unik menuru saya itu kopinya. Ada rasa-rasanya gitu. Misalnya mau kopi rasa green tea.
Buat yang pengen mengadakan rapat, ngerjain tugas, atau mau nongkrong-nongkrong santai, bisa di Seventh Dose nih.