Ngeteh Enak di Common Grounds

Waktu tau Common Grounds buka di Bandung, saya langsung excited. Maklum, menurut kabar yang beredar, Common Grounds ini merupakan salah satu cafe yang ngehits di Jakarta. Katanya sih kopinya enak banget.. Sampai ke makanan-makanannya terutama Egg Benedictnya enak.

Makanya, begitu liat review yang udah ke Common Grounds, Jl. Setiabudhi no.49-51, saya langsung pergi ke sini juga. Tempatnya satu area sama Seorae, Yoshinoya, Blackball, Brusell Springs, dll. Kalau Common Grounds yang paling ujung kiri bawah. Tempatnya cukup untuk sebuah cafe.

image
Inside look

image
Coffee

Sayangnya pas saya ke sana, tidak ada sekat antara smoking area dan no-smoking area. Jadinya pas mau nyari tempat duduk, saya bingung mau duduk di mana karena asap rokoknya kecium banget.

image
Inside look

Setelah nemu tempat duduk yang gak nyium asap rokok, saya melihat-lihat menunya. Ternyata harganya cukup mahal, terutama di bagian makanan. Yang paling murah seperti waffles kalau tidak salah itu Rp50.000. Untuk makanan beratnya sekitar Rp65.000 – Rp100.000. Tapi seperti yang saya tulis di awal, makanan di sini katanya enak-enak. Dan kalau saya liat memang porsinya besar juga sih. Jadi worth it lah ya kalau harganya segitu 😀 Untuk minumannya rata-rata mulai dari Rp22.000 – Rp80.000.

image
White Peony

Waktu itu saya mencoba White Peonynya. White Peony ini sejenis white tea. Yang uniknya kalau buat saya, tehnya itu dibrew.. Abis selama ini saya taunya yang pakai sistem brewing itu kopi. Ternyata teh ada juga toh.
Gak tau kalau di cafe-cafe lain pakai sistem brewing juga atau enggak. Saya sendiri bahkan gak tau bahasa Indonesianya brewing itu apa. 😀
Apapun itu, yang saya tau teh yang akan saya minum adalah white tea. Jadi ya sudah, itu saja cukup. 🙂

Brewing di Common Grounds ini memakan waktu 3 menit. Pas tehnya datang, unyu gitu tempatnya, ada teko sama gelas transparan. Dalam tekonya ada daun tehnya.
Kalau di foto ini pakai cangkir, harap maklum.. Buat difoto 🙂
Tehnya enak bangeettt… Hangat di badan.. Ya wajar sih.. namanya juga hot tea.. 😀 Eh, tapi maksud saya, tehnya bener-bener bikin tubuh ngerasa hangat dan enak..
Kalau udah cape, terus minum ini, badan serasa baikan gitu..
Asyiknya lagi, kalau tehnya udah abis, bisa direfill. Konsumen mana sih yang gak seneng kalau mendengar kata “refill”? 🙂
Cuma buat saya waktu itu, seteko juga udah cukup 🙂

image
Cakes

Beres ngeteh, saya nongkrong-nongkrong dulu. Tempatnya cukup nyaman. Waktu itu masih ada diskon. Sekarang masih ada diskon gak ya..? Kalau ada, enak nih..

Advertisements

Author: Matcharens

Indonesian food blogger.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s