Mencoba Lobster dan Kepiting Enak di Dancing Crab

Dari dulu saya suka penasaran sama tempat makan kepiting di Jakarta yang makannya di atas meja. Emang enak ya? Mahal gak ya?
Seru gitu kayaknya…

Syukurlah sekarang rasa penasaran itu hilang karena udah ada Dancing Crab di Bandung. Konsep makannya sama kayak tempat makan kepiting di Jakarta. Kepiting dan seafood lainnya sama-sama ditaro begitu saja di atas meja (yang sudah dikasih kertas plastik di bawahnya tentunya) dan berani makan sampai tangannya penuh saus.
Dancing Crab ini merupakan franchise restaurant dari Singapura dan sebelumnya sudah ada juga di Jakarta. Letaknya ada di Jl. Sumatera no. 21 (seberangnya Brusells Spring).

image
Inside look – At the front
image
Interior design

Tempatnya gede banget. Kalau favorit saya sih makan di bagian belakang. Di pinggirnya ada tanaman-tanaman hias gitu… Jadi berasa seger aja atmosfirnya.

image
Inside look – At the back

Apalagi bisa sambil ngeliat Lobster Mutiara yang ada di dalam aquarium. Oh iya, lobster mutiara ini sempat dikeluarkan dan wwwooowwww… gedenya! Liat aja foto di bawah ini. Gede banget kann… Beratnya ampe 3 kg. (Lobster mutiara ini dijual juga dengan harga seasonal).

image
Pearl Lobster

Sebelum datang ke sini, saya sudah diberi tau teman kalau harga di sini itu mahal banget. Paling murah Rp200.000. Jadi pas saya ke sini udah siap sedia gak teriak histeris waktu liat harga menunya πŸ˜€

Untuk snacknya sendiri ada Truffle Fries, Spicy Cajun Fries, Seafood Gumbo, Crab Cakes, Lobster Roll, dll mulai dari Rp55.000 – Rp240.000.
Waahh.. dari snack aja, harganya udah gak murah ya.. Bagaimana dengan main coursenya? Nah, untuk main coursenya ada Dancing Crab Seafood Combos. Di sini bisa milih makan kepiting atau lobster campur sosis, udang, kerang , dll dimulai dari harga Rp288.000 – Rp1.288.000. Wwwwaaahhh… mahal banget ya..
Maka dari itu, kalau mau makan Seafood Combos di sini, disarankan jangan sendirian. Ramean aja, biar bisa dibagi-bagi, itungannya jadi lebih murah kan… Lagipula, makan seafood itu emang selalu lebih enak kalau makannya rame-rame.

Kalau gak mau makan-makan, gak masalah. Di Dancing Crab ini juga banyak tersedia pilihan menu minuman dan dessert yang gak kalah segernya. Ada lemonade, the, jus, kopi, coklat, dll mulai dari Rp25.000 – Rp48.000. Untuk dessertnya ada es krim, cheesecake, apple crumble, dan Beignets mulai dari Rp30.000 – Rp38.000.

Sekarang, mari membahas rasa makanan dan minumannya. Dimulai dari kepitingnya yang ngehitttss itu πŸ™‚
Saya sempat mencoba Combo Bag #01 dengan 3 saus berbeda. Ada saus Dancing Crab Signature dimana rasa sausnya ada pedes-pedesnya gitu.. (tapi beda dengan saus Padang. Awalnya saya kira saus Padang :)) Nah, Dancing Crab Signature ini ada 3 level untuk tingkat kepedesan sausnya. Ada yang Mild, Spicy, dan Extra Spicy. Saya mencoba yang saus Spicy. Surprisingly, sausnya gak pedes-pedes banget. Jadi saya tetap bisa makan.. Jarang-jarang saya doyan makanan pedes kayak gini πŸ™‚
Suka banget sampai semua makanan saya cocolin ke saus ini..

image
Combo Bag #01 – Dancing Crab Signature sauce

Selain itu, ada saus Beurre Blanc. Saus ini creamy-creamy gitu. Kayak mayonnaise putih, tapi bukan πŸ™‚ Kalau kamu suka yang creamy-creamy seperti ada campuran kejunya juga, dan sedikit asin, maka saus Beurre Blanc ini cocok buat kamu.

image
Combo Bag #01 – Beurre Blanc sauce

Kalau gak suka yang pedes-pedes dan gak suka yang creamy, ada lagi pilihan saus lainnya, yaitu Zesty Garlic Butter. Butternya di sini gak creamy-creamy kayak mentega gitu. Malah jadi kayak berminyak dicampur potongan-potongan bawang putih. Kalau misalnya ada yang gak tahan sama bau bawang putih, gak usah khawatir. Karena bawang putihnya gak tercium menyengat. Bahkan setelah dimakan pun, nafasnya gak lantas jadi ikutan bau bawang. Aman dong ya… πŸ™‚

image
Combo Bag #01 – Zesty Garlic Butter sauce

Soal kepitingnya, wwaahh.. jangan ditanya.. gede ukurannya sesuai fotonya. πŸ™‚ Dagingnya banyak juga. Enak. Dicocolin ke saus-sausnya, wuihhh mantab.
Terus kerangnya ada kerang ijo sama kerang putih. Dua-duanya enak. Dan sosisnya mantab banget. Udah gede, enak pula, pas dimasaknya.. Ditambah lagi ada jagungnya.. Kenyang deh…

Combo Bag #01 ini bisa dimakan barengan sama side dishnya. Misalnya Garlic Noodles seharga Rp45.000 semangkok. Oke juga, kayak spaghetti noddlenya..

image
Garlic Noodle

Bisa juga dimakan sama Truffle Fries atau Spicy Cajun Fries seharga Rp55.000. Kalau yang Truffle Fries itu favorit saya banget. Rasa kentangnya berasa kayak ada asap-asapnya gitu. Unik. Dan agak-agak crunchy, enak… Yang Spicy Cajun Fries juga enak, agak-agak pedas.

image
Truffle Fries

Ada lagi snack yang enak yaitu Fried Okra seharga Rp40.000. Okra ini kayak sejenis sayuran. Tapi alih-alih crispy kayak bayam goreng tepung, okra ini bentuknya lonjong, luarnya crispy, dalemnya kayak aci digoreng πŸ˜€

image
Fried Okra

Pilihan lainnya itu Crab Cakes seharga Rp175.000. Crab Cakes ini mengingatkan dengan perkedel. Bedanya isi β€œperkedel” yang satu ini kepiting yang sudah dipotong kecil-kecil. Dicocol ke mayonaise, waaahh.. mantab. Enak.

image
Crab Cakes

Ada juga Lobster Roll seharga Rp200.000. Jangan dibayangin Lobsternya digulung-gulung ya πŸ™‚ Karena ternyata bentuk makanannya itu kayak Bruschetta. Jadi roti yang sudha dipotong-potong terus di atasnya dikasih potongan-potongan daging Lobster yang enak banget. Lembut.
Bedanya, rotinya empuk, bukan roti yang agak keras seperti roti Bruschetta.

image
Lobster Roll

Beres makan, pastinya ingin minum. Minuman yang aku coba adalah Blue Ocean. Harganya sekitar Rp38.000.

image
Blue Ocean

Selesai makan, belum lengkap rasanya kalau belum foto-foto. Di depan ada spot buat foto yang oke banget. Bisa minjem properti kepiting atau dayungnya juga buat difoto. Menarik kan.

image
Spot for taking picture

Servisnya ramah-ramah. Kalau pengen makan seafood enak, boleh deh ke sini rame-rame. πŸ™‚
Thank you, Dancing Crab, for the nice food and service.

By the way, ada update di Bulan Oktober 2016 ini. Sekarang di Dancing Crab ada paket Combo Hemat lho… bisa untuk 2-3 orang atau 4-5 orang tergantung jenis combonya.

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mencoba Combat 3 alias Combo Hemat 3. Isinya ada kepiting, kerang yang banyak banget, jagung, kentang. Sausnya bebas milih dan saya milihnya Zesty Garlic Butter, salah satu favorit saya.. Ditambah butter roll dan pilihan teh/lemon tea, bikin paket ini oke juga buat dimakan ramean. Harganya Rp378.000.

Combat 3

Selain itu, ada menu-menu baru untuk menu ala cartenya. Contohnya ada seafood laksa dan pasta. Yummmyy.. terus ada menu sayurannya juga. Tetep bikin sehat walaupun banyak makan seafood ya πŸ™‚

Saya nyoba Fettuccine Seafood with Beurre Blanc. Fettuccinenya banyak banggett.. puas deh kalau lagi laper makan ini. Dan saus asin creamy gurih Beurre Blancnya bikin pasta ini makin sedap untuk dimakan. Kerangnya dicocolin ke sausnya, mantab banggett.. Serasa makan masakan Perancis jadinya πŸ™‚ Harganya Rp68.500.

Fettuccine Seafood with Beurre Blanc

Sejauh ini makan di Dancing Crab selalu memuaskan. One of the best seafood places to eat πŸ™‚

Advertisements

Pocci Cafe – Cute Cafe yang Nyaman Banget

Saya senang banget waktu tau ada cafe baru yang dekorasinya unyu banget di Jl. Cimanuk no.12 (sebelahnya Hartwood, sejejeran sama Two Cents). Namanya POCCI. Sesuai dengan namanya, udah bisa ketebak ya tema cafe ini apa. Yup, bener banget. Temanya doggie. Cuma gak ada doggie aslinya di sini.

Masuk ke dalam, langsung ada 2 patung doggie yang sama dengan logonya. Mural-mural di temboknya juga lucu-lucu.

image

image

Menu makanan yang dijual di sini cukup bervariasi mulai dari Rp25.000 – Rp75.000. Ada juga cookies dan cakesnya sekitar Rp2.000 – Rp35.000. Untuk menu minumannya, ada kopi, teh, dan coklat sekitar Rp20.000 – Rp55.000.

image

image

Nama menu di Pocci ini unik-unik. Sayangnya belum ada contoh gambarnya. Jadi agak bingung ngebayangin bentuk makanan atau minumannya. Contohnya Magic Puppy Brown. Bingung kan ini kayak gimana. Apakah pas penyajiannya saya akan disuguhkan sulap? πŸ™‚ Untungnya mbaknya tau detail mengenai menu-menunya, jadi dia bisa menjelaskan dengan baik. πŸ™‚

image

Seperti biasa, kalau liat buku menu itu lama… Bingung mau milih apa. Tadinya mau pesen nasi curry, tapi udah biasa ya.. Pengen yang beda gitu… Terus saya ngeliat ada yang namanya Chicken Karaage with Crispy Sweet Potato. Saya kira ini macam gorengan karaage sama French Fries. Ternyata sweet potato yang dimaksud di sini adalah ubi manis yang warna oranye itu…

Kalau inget ubi, jadi inget makanan Jepang yang suka ada di komik-komik Jepang itu ya.. Yang tokohya suka makan ubi di jalan πŸ™‚ Chicken Karaage sendiri memang merupakan Japanese fried chicken. Kata mbaknya ayam sama ubinya digoreng crispy.. Hmm. jadi makin penasaran ya.. Akhirnya saya memutuskan untuk memesan menu seharga Rp35.000 ini.

image

Begitu pesanan saya datang, waaaahhhh… tempat penyajiannya unyu sekali. Kayak dimasukkin ke dalam keranjang. πŸ˜€
Abis puas foto-foto, saya mulai makan chicken karaagenya. Gigitan pertama.. fuuwwwaaa… Beneran crispy. Crispy di sini gak kayak kerupuk, tapi tepung yang ngebalutnya bener-bener enak dan ketebalannya pas.
Terus daging ayamnya juga gak banyak lemak. Malah cenderung gak ada. Jadinya saya suka banget… Dagingnya juga berasa fresh.

Soal sweet potatonya, ini juga gak kalah enak. Walaupun ubi oranye ini terkenal manis, tapi surprisingly pas saya coba gak manis-manis banget. Terus tekstur luarnya beneran crispy, tapi pas digigit dalemnya lembut.
Kayak French Fries beneran deh. Apalagi bentuknya sama ya..cuma warnanya yang beda πŸ˜€

Mayonaisenya juga enak, dicampur sama saladnya wuuiihhh… enak seger!! Dressing saladnya juga enak, gak bikin sayurnya jadi bau atau berasa aneh.. Gak tau deh pakai salad dressing apa. Jarang nemu yang enak gini.
Beres makan, kenyang juga. Porsinya cukup pas menurut saya. Tentunya kalau dibanyakkin, saya akan lebih senang lagi πŸ˜€

Karena tempatnya yang nyaman banget dengan musik-musik yang bervariasi dan audio speaker yang bagus, jadinya saya gak langsung cabut.
Tempatnya nyaman buat ngerjain tugas, nyantai-nyantai baca buku karena yang di sebelah jendela terang banget, atau ngumpul-ngumpul sambil nongkrong ramean juga oke.

Kali kedua saya datang ke sini, saya mencoba Pocci Kids menunya seharga Rp45.000. Lucu banget nasinya dibentuk seperti logo Pocci. Dori katsunya cukup enak. Dapet free tea pula. Puas deh πŸ™‚

image
Pocci Kids menu

Makan dan minum di sini sejauh ini selalu memuaskan πŸ™‚

Froyo Item Black Sakura di All New Sour Sally

Asyiikk.. Akhirnya frozen yoghurt Sour Sally yang warna item itu hadir juga di Bandung! Tepatnya di PVJ. Lokasinya masih sama dengan Sour Sally yang dulu, hanya saja dekorasinya berbeda. Sekarang yang mendominasinya warna hitam dan hijau.

image

image
Nice mural

Dari pas opening ini juga, saya baru tau kalau nama froyo hitam yang terbuat dari arang bambu ini adalah Black Sakura.

Saya kira harganya bakalan sama seperti yang dulu. Di kisaran Rp20.000-Rp30.000 udah bisa menikmati froyonya. Ternyata… Yang sekarang paling murah itu Rp43.000an… Itu dapetnya yang Regular Cup dengan 2 topping. Sedangkan kalau ingin memakai Lycone (cone) warna-warni, harganya lebih mahal lagi.

Aduhhh.. Dulu aja kalau beli yang Small Cup suka gak abis, makanya beli Baby Cup terus.. Eh sekarang gak ada pilihan lain selain beli yang Regular Cup.

image
Black Sakura - Regular Cup

Tidak dapat dipungkiri, porsinya memang banyak untuk froyonya. Buahnya juga cukup banyak. Soal porsi memang memuaskan. Hanya saja, karena saya memang tidak terlalu suka makan yang dingin-dingin, jadinya gak habis lagi.
Semoga ke depannya ada Baby Cupnya lagi ya.. πŸ™‚

Kalau soal rasa, saya suka juga! πŸ™‚ Awalnya sih asem-asem gitu.. Tapi makin dimakan, lama-kelamaan jadi manis. Untungnya pas saya beli pakai topping kiwi dan longan. Kiwinya yang asem banget bisa menyeimbangi manisnya froyo ini.

Oh iya.. Kalau makan Black Sakura ini, siap-siap bibirnya jadi item πŸ™‚ Sarannya, siapin tissue basah. Jadi pas selesai makan, tinggal usap sama tissue basah, ilang deh item-itemnya. Gampang kan.. Kalau khawatir giginya item, bisa juga langsung kumur-kumur di toilet.

Selain Black Sakura ini ada juga yang White Skim. Kalau diliat dari warna putihnya, mengingatkan saya sama Original froyo yang dulu ya.. Terus ada juga yang Riche. Nah, kalau pesen ini dapet toppingnya banyak dan ada saus tambahan. Bisa milih juga sausnya.

image
Preparing the froyo

Pelayanannya termasuk cepat, jadi gak usah khawatir kalau liat antriannya agak panjang πŸ™‚
Hanya saja tempat duduknya kurang. Banyak yang jadinya makan sambil berdiri di luar karena gak kebagian tempat duduk. Dan akan lebih manis lagi kalau ada mejanya. Seperti Sour Sally yang dulu. Ahh.. Ini hanya sekedar harapan saya saja.

Yang pasti sih Black Sakura ini memang enak. Sekarang masih ada diskon 20% kalau meregram foto “Regram” yang ada di Instagram Sour Sally, yaitu @soursallycoid

Selamat mencoba!

Edisi Dibuang Sayang – Jakarta, Juli 2015

Mumpung lagi nganggur, saya mau cerita-cerita dikit waktu jalan-jalan ke Jakarta bulan kemarin. πŸ™‚
Sebelumnya udah ngetik panjang-panjang, terus gak ke-save.. Bete yahh.. Akhirnya ngetik ulang apa adanya deh.. :’)

Saya perginya sehari sebelum Lebaran. Soalnya biasanya kan kalau pas hari Lebarannya mall-mall baru buka di siang hari, seperti jam 12. Dan untuk menghindari macet, saya pun memutuskan untuk pergi dari jam 7 pagi.
Namun di luar dugaan, kosong banget jalanan… Jam 8.30 pagi, saya udah nyampe Jakarta πŸ™‚

Lokasi pertama yang saya tuju adalah supermarket Grand Lucky, salah satu supermarket favorit saya di Jakarta karena barang-barangnya lengkap dan murah. Bahkan yang belum ada di Bandung, udah ada di sini, seperti Good Day rasa green tea dan Giant Pocky.

Di depan kasir juga ada yang jualan roti/bapao yang enak-enak. Bahkan ada juga yang jualan pizza dengan potongan yang besar sekali. Ini pizza terkenal dengan besarnya. Cuma karena masih pagi dan gak lagi pengen makan pizza, jadi gak beli deh. πŸ™‚

Jam masih menunjukkan pukul 9 pagi. Karena mall-mall biasanya baru buka jam 10, jadi saya iseng pergi jalan kaki ke Pacific Place dulu. Tapi sempet salah jalan dong.. Gara-gara securitynya salah kasih arah.

Udara pagi di sekitar SCBD ini sejuk abis dan tergolong bersih kayak bebas dari polusi gitu πŸ™‚ Seger ngehirupnya. Beda dari Bandung yang sayangnya jalan pagi pun udah ngirup banyak asap kendaraan bermotor.

Sampai di Pacific Place, berasa sepi adem banget..

image
Pacific Place

Setelah foto-foto bentar, saya iseng nanya security, bukanya kapan.. Eh, ternyata udah bisa masuk lewat pintu mall yang lain. Alhasil saya langsung muter. Wihh, banyak tempat makan dengan interior kece ya di luar mallnya. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah bangunan hitam elegant yang ternyata adalah PAUL Bakery.

Setelah masuk, nyicip croissantnya sebentar, dan menikmati lagu-lagu Perancis, saya masuk ke dalam mallnya yang ternyata udah penuh sama anak-anak dan orang tua yang mau bermain di lantai paling atas.

Saya sendiri menghabiskan waktu dengan berkeliling di tempat makan dan mendapati ada Marco Padang Grill yang mau dibuka. Ahh.. Pengen nyoba.

Sama pergi ke TWG Cafe. Begitu masuk, saya langsung takjub dengan banyaknya kotak jenis teh TWG yang dipajang. Saya sampai berasa masuk ke museum TWG πŸ™‚

Sayangnya gak boleh ngambil foto-foto, kecuali kalau ada orangnya. Bahkan foto dari luar tokonya pun tidak dianjurkan. Jadinya gak ada foto yang bisa disharing πŸ™‚

Di sini juga bisa minum teh TWGnya lho. Minum dengan 1 teko kalau gak salah harganya Rp50.000.

Beres liat-liat, saya langsung memutuskan pergi ke Grand Indonesia. Syukurlah jalanan kosong bangett… Jadi cepet nyampenya..

Saya langsung nyari toko yang saya incer.. Ehh gak nemu-nemu. Jadi keliling-keliling ke tempat makannya dulu deh. Termasuk nyoba kue Minion lucu di Colette & Lola. Tempatnya sebenarnya strategis, bersebelahan dengan fountain show. Sayangnya lagi diperbaiki, gak bisa liat deh.

Banyak tempat makan yang menarik seperti Fook Yew yang rame banget. Atau Magnum Cafe yang letaknya ada di lt.6 dan cuma di atas itu sendiri.

image
Magnum Cafe

Udah keliling-keliling, masuk jam makan siang, dan toko yang saya incar belum ketemu juga. Akhirnya saya memutuskan untuk makan siang. Saya memutuskan untuk pergi ke food courtnya karena lebih murah (bahkan bisa dibilang lebih murah daripada sekali makan di mall-mall di Bandung). Setelah muter-muter 3x, akhirnya saya memutuskan untuk beli La Mien Pangsit di Golden Century gara-gara liat banyak yang makan ini. Terus murah pula. Hihihi.. πŸ™‚
Rasanya enak banggettt!! Ketagihan euy.. Pengen lagi. Porsinya banyak pula.

Beres makan, langsung ngebut nyari ke toko-toko yang diincar. Akhirnya setelah nanya-nanya security, ketemu juga tempatnya. Sayangnya barang yang dicari gak ada. Harus nyari di mall lain nih.

Oh iya.. Di sini ngeliat 3x supir Go-Jek berkeliaran di dalam toko mengambil pesanan. Suatu pemandangan yang sejauh ini belum pernah saya liat di mall-mall Bandung.

Di GI juga saya sempat mampir ke Nomz Jakarta, tempat makan yang ownernya Chef Arnold. Bentuk-bentuk kuenya lucu-lucu, tapi kaget juga liat taxnya sampai 20%. Karena sebelumnya udah makan kue, gak mau makan kue lagi.

image
Nomz
image
Cakes at Nomz
image
Cakes at Nomz again

Sempet lewat Union Deli di depannya juga. Wuiihh penuh banget… Ternyata harga Red Velvet Pie yang terkenal itu Rp55.000! Tapi potongannya emang gede sih. Malah ada kue coklat yang harganya Rp75.000 per slice. Tapi emang luar biasa gede potongannya.

image
Union Deli
image
Red Velvet Pie

Ada juga toko kue lainnya seperti Beau atau Cacaote. Mirip-mirip satu sama lain.

Tadinya itu mau ngabisin waktu aja di GI sampai pulang, tapi karena waktunya masih cukup panjang, akhirnya saya memutuskan untuk ke Mal Taman Anggrek dan Central Park. Tapi sebelumnya ke Tous Les Jours dulu yang ada di Plaza Indonesia. Toko roti yang satu ini memang tidak boleh dilewatkan kalau sedang ke Jakarta πŸ™‚

Beres beli-beli roti dan jalan-jalan di PI sebentar, akhirnya saya memutuskan langsung ke Mal TA. Tadinya pengen naik bus TransJakarta, tapi watir gak tau jalan, jadinya naik taksi lagi. Untungnya gak macet, jadi lebih murah.

Begitu sampai TA, langsung ngebut nyari barang-barang yang diincer, ada yang ketemu, beli, ada juga yang enggak. Pilihan terakhir tinggal ke Central Park.

Nyampe Central Park udah jam 4 sore. Satu setengah jam lagi sebelum harus pulang. Karena penasaran sama Song Fa Bak Kut Teh yang baru dibuka, akhirnya saya langsung ke sana. Ternyata di luar dugaan, harga pork ribsnya mahal banget ya… Rp68.000 belum sama pajak.
Karena penasaran, saya coba minum teh tariknya aja. Lumayan enak sih.. Ngenyangin.

Ternyata, waktu saya bisa dibilang habis di sini. Sama asyik liat taman sebentar sih πŸ™‚

image
The park at Central Park

Tersisa satu jam lagi. Setengah jamnya saya pakai keliling nyari barang yang diincer. Syukurlah ketemu! Padahal masih banyak yang ingin dipilih, tapi karena waktunya mepet, ya sudahlah beli satu aja.

Beres beli-beli, waktu tinggal setengah jam lagi sebelum harus pulang. Yang saya pikirkan nyari makan malam. Tadinya pengen makan di Carl’s Jr, tempat makan burger favorit saya. Tapi harganya naik sekitar Rp10.000 dan cukup ngantri. Bingung milih yang cepet, syukurlah ketemu Java Kitchen. Tinggal milih-milih, makan deh. Saya suka banget sama makanannya, enak dan porsinya banyak. Eh, sempet ketemu om-om ngomong Bahasa Sunda juga. Wah, orang Bandung nih pasti. πŸ™‚

Selesai makan, saya cuma punya waktu 20 menit lagi buat balik ke Sudirman. Waduuhh, keburu gak ya.. Mulai panik. Padahal saya pengen banget nyoba Taiyaki, snack waffle ikan yang dikasih topping es krim, yang letaknya ada di depan Java Kitchen, sama froyo Lilo. Tapi udah gak keburu. Ya sudahlah.

Buru-buru keluar, kaget ngeliat antrian taksi CP. Panjang banget! Jelas gak akan keburu. Akhirnya saya balik ke mal TA sambil lewat jalan pintas parkir motor dan nyetop taksi yang kebetulan lewat gak jauh dari apartemen sebelah TA.

Untungnya supir taksinya pengertian kalau saya lagi buru-buru, jadi dia gak pake acara dibawa muter-muter dulu πŸ™‚ Saya sampai di tempat travel jam 6.55, 5 menit sebelum keberangkatan. Syukurlah, masih ada waktu.
Pas pulang, saya kirain bakal macet banget sesuai kata orang-orang yang bisa nyampe jam 12 malam di Bandung. Gak taunya, sepppiiii baannggettt… Itu nyampe Bandung jam 8.30 malem, padahal mobilnya sempet berenti buat istirahat dulu. Hmm.. Tau gitu saya pulangnya jam 8 malem aja ya.. Yah, gak apa-apa deh, buat pengalaman.
Yang pasti, seru juga hari itu. Thank God, it was a good day.

Tous Les Jours

Kalau ditanya roti favorit saya di Jakarta itu apa, saya pasti langsung teriak semangat jawab,”Tous Les Jours!” πŸ™‚

image
Tous Les Jours PI

Roti di sini emang enak banget.. Disebut enak karena kelembutannya.
Walaupun namanya pakai Bahasa Perancis, tapi Tous Les Jours ini berasal dari Korea ternyata.

Pilihan rotinya cukup banyak kayak di bawah ini:

image
The bread

image
Cakes

Tapi favorit saya adalah Cranberries with Walnut something.. Lupa namanya.. Hahaha πŸ˜€
Walaupun rotinya agak-agak keras, tapi kalau dimasukkin ke dalam susu, wuueennaakknya selangit πŸ™‚ Murah lagi, sepotong cuma Rp9.000 kalau gak salah.

image
Cranberries with Walnut - faveee

Makan roti begini enaknya kalau lagi anget-anget. Kecuali beli roti tawar biasa ya. Untuk cake atau minumannya saya belum pernah coba.

Oh iya.. Saya baru mencoba Tous Les Jours di tiga tempat. Tapi entah kenapa, menurut saya, Tous Les Jours di Senayan City itu paling enak. Sedangkan kedua terenak itu Central Park, dan yang ketiga Plaza Indonesia.
Beda tangan, beda yang bikin, rasapun pasti beda, walaupun resepnya sama. πŸ™‚

image

Bicara tentang roti Tous Les Jours, bukan cuma enaknya aja. Tapi emang ngenyangin. Seandainya roti-roti di Bandung seperti ini juga. Puas gitu ya.. Makan satu itu udah ngenyangin.

Yang pasti sih kalau lagi di Jakarta, jangan sampai ketinggalan beli roti di sini πŸ™‚

PAUL Bakery & Patisserie.. Berasa Seperti di Perancis

Lagi jalan-jalan di Pacific Place, ehhhh.. Nemu tempat makan yang dari luar bangunannya menarik perhatian. Item-item classy elegant. Tulisannya PAUL.

image
Outside look

Kayaknya menarik nih… Begitu masuk, woooooaaa… Bakery dan pastrynya menggoda banget…. Ditata dengan sangat apik, rapi, dengan bahasa-bahasa Perancis. Kayak di bawah ini.

image
The breads
image
The sandwiches
image
The cakes

Gimana gak bikin ngiler coba dengan penatasn yang begitu bagus dan ukurannya yang tergolong besar. Apalagi sandwichnya itu… Tapi harganya wuihhh mahal juga ya.. Jadi bingung mau beli yang mana πŸ™‚

Untungnya ada yang murahnya juga, kayak mini croissant gitu. Jadinya saya nyoba aja Mini Pain Au Chocolate seharga Rp9.000. Murah ya…

image
Inside look
image
Outside look again

Beres bayar, saya nyari tempat duduk yang enak. Suasana tempat ini nyaman banget deh. Adem, gak bau roti-roti dipanggang, dan yang paling saya suka, lagu yang diperdengarkannya lagu-lagu Perancis! Ahhh.. Saya jadi berasa lagi ada di Paris.

image
Mini Pain Au Chocolat

Lanjut ke Mini Pain Au Chocolatnya… Walaupun ukurannya mini, tapi jangan salah dengan kepadatannya. Teksturnya padat banget… Makan satu kecil begini aja kenyang lho.. (Seandainya di Bandung begini juga ya… Makan satu bakery/pastry dan mengenyangkan…)
Terus rasanya juga suka. Coklatnya dipadatkan dan memakai dark chocolate, jadi gak kemanisan. Like it!

image
Inside look again

Seandainya gak diburu waktu, pengen deh ngabisin waktu lebih lama di sini. Suasananya enak banget soalnya.

Golden Century dengan Kuah Mie Terenak

Tempat makan di Grand Indonesia itu bannnyyyaakkk banget. Saking banyaknya, saya sampai bingung mau makan di sana. Buat keliling-keliling nyari makannya aja bisa makan waktu hampir setengah jam X)) Soalnya diliatin satu-satu, sambil ngeces (eh, enggak gitu juga sih :)), terus bisa bolak-balik berkali-kali.

Saya nyari makanan berat pas jam makan, alhasil semua tempat rata-rata penuh. Bahkan di food court Food Lovernya sekalipun. Itu saya keliling-keliling ampe 5x ada kayaknya. Selain nyari makanan yang enak, nyari tempat duduk yang kosong dan strategis juga buat foto-foto πŸ˜€

Bingung, karena di food courtnya banyak banget pilihan makanannya. Bahkan buat nyari tau berdasarkan makanan apa yang paling banyak dibeli orang agak-agak sulit karena rata-rata yang beli bervariasi.

Cuma terakhir-terakhir saya perhatiin lagi, banyak yang makan pakai mangkuk Golden Century nih. Terus sempet ada orang yang ngomong keras di telepon maunya Golden Century. Waahhh.. Kayaknya enak nih.

Akhirnya saya dateng ke tenant Golden Century yang letaknya dekat dengan pintu keluar Food Lover. Begitu liat harganya, saya bahagia. Ada value mealsnya seharga Rp25.000 ke atas! Udah termasuk free ocha lagi.

Pilihan value mealsnya ada beberapa macam. Tapi saya penasaran sama yang namanya La Mien. Kenapa ya dinamain La Mien? Bukan mie, bakmie, atau yamien?
Gak sempet nanya, udah laper, pilihan jatuh di dua macam. La Mien Ayam Jamur yang kayak yamien manis atau La Mien Pangsit yang kayak mie kuah. Terus saya tanya ke mbaknya yang lebih enak yang mana. Dia jawab yang pake kuah karena lebih segar kuahnya. Wah, saya langsung memutuskan beli La Mien Pangsitnya deh.

Begitu liat mangkoknya, woooww gede mangkoknya. Isinya banyak juga gak ya? Dan wangi makanan yang langsung bikin saya pengen makan di situ juga ampe ludes, karena menggugah selera banget πŸ™‚

image
La Mien Pangsit - ssooooo great

Tapi saya tahan… Dan saya nyari tempat duduk yang enak. Beres foto-foto πŸ™‚ saya pun icip mienya. Waaaahhhhhhhhhhhhh….. Enak baaannngggettttt… Suka banggettt… Tekstur mienya begitu lembut. Rasa dari kuahnya begitu meresap gurih, nikmat. Lagi-lagi saya tidak kebayang campurannya ada apa aja selain chilli flakes. Tapi yang pasti, saya belum pernah nyobain kuah seperti itu seumur hidup saya. Bahkan di Bandung pun gak ada yang kuah mienya seperti di Golden Century. Unik dan enak bannggettt..

Untuk pangsitnya, saya juga suka. Ukuran pangsitnya gede, dagingnya banyak. Cuma saya gak suka sama yang item-item.. Hmmm.. Jamur kuping yang dipotong-potong gitu ya?

Tapi overall, enak bangggeetttt… Pengen lagi. Ochanya juga enakkk. Abis makan yang gurih-gurih, minum paitnya Ocha ini bikin seger kembali. Gak ada haus-hausnya. Seneng deh. Ternyata buat bikin mie enak, gak selalu harus jadi haus berkepanjangan sesudahnya, dan La Mien di Golden Century membuktikan itu πŸ™‚

Porsinya juga banyak banget…. Suka. Bikin kenyang. Dan luddeess makannya karena enak banget. Servisnya juga oke. Kalau ke Grand Indonesia lagi, pengen makan di sana..